TEKNOLOGI JIMMY HANTU 150 Dalam Budidaya Jagung
- Dec 16, 2015
- 2 min read

PILIH VARIETAS UNGGUL,BERMUTU DAN BERLABEL
Kebutuhan benih : 20-30 kg/ha
Pilih varietas yang paling sesuai dengan agroekosistem setempat dan berdaya hasil tinggi.
Tingkat kemurnian daya tumbuh yang tinggi > 85%, identitas varietas jelas, vigor baik, sehat dan bernas.
Pada umumnya, benih bermutu ditunjukkan dengan berlabel.
PENGOLAHAN LAHAN
Pengolahan lahan sempurna yaitu dilakukan hingga diperoleh struktur tanah yang remah dan kemudian diratakan.
Gulma atau sisa tanaman harus dibersihkan pada saat atau sesudah pengolahan lahan.
Buat saluran drainase dengan jarak 70-100 cm dengan lebar dan kedalaman 10-30 cm. Saluran drainase yang baik akan menghasilkan pertumbuhan tanaman yang lebih baik.
Saluran drainase diperlukan untuk membuang kelebihan air agar tidak menggenang dan untuk saluran air irigasi.
Berikan pupuk dasar sebelum tanam dengan pupuk kompos 1000 kg dan ratu biogen 4 cc/liter air.
PENANAMAN
Benih jagung rendam terlebih dahulu dengan larutan ZPT Hantu 2 cc/lt selama 5-10 menit.
Tanam menggunakan tugal
Cara tanam Tegel dengan jarak tanam 20 cm x 20 cm, populasi 250.000/ha
Cara tanam Tegel dengan jarak tanam 20 cm x 40 cm, populasi 125.000/ha
Tanam 2 benih per lubang.
Setelah benih ditanam segera ditutup dengan tanah.
PERAWATAN
Pemupukan
Pupuk susulan ke-1 pada umur 10 hari hst dengan dosis 2 cc/liter air air.
Pupuk susulan ke-2 pada umur 20 hari hst dengan dosis 2 cc/liter air air.
Pupuk susulan ke-3 pada umur 30 hari hst dengan dosis 2 cc/liter air air.
Pupuk susulan ke-4 pada umur 50 hari hst dengan dosis 2 cc/liter air air.
Pupuk susulan ke-5 pada umur 70 hari hst dengan dosis 2 cc/liter air air.
Pupuk susulan ke-6 dst dengan interval 20 hari sekali dengan dosis 2 cc/liter air air.
Aplikasi umur 0 – 1 bulan dengan ZPT Hantu.
Aplikasi umur 1 bulan – panen dengan NPK Jago Tani.
Penyiangan Gulma
Penyiangan gulma pada umumnya dilakukan dua kali yaitu umur 10-15 hst dan 40-45 hst.
Penyiangan gulma ke-1 hendaknya diselesaikan sebelum tanaman berbunga dan pengendalian gulma sebaiknya dilakukan dengan secara manual bukan dengan zat yang dapat merusak ekosistem disekelilingnya.
Penyulaman
Penyulaman dimaksudkan untuk mengisi tanaman yang mati atau kurang baik pertumbuhannya, agar diperoleh populasi yang optimum.
Penyulaman dilakukan sebanyak 1 kali, yaitu sekitar 1 minggu setelah tanam.
PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT
Identifikasi jenis dan tingkat populasi hama.
Identifikasi jenis penyakit :
Cendawan
Bakteri
Virus
Menentukan tingkat kerusakan tanaman akibat serangan hama dan penyakit.
Mengusahakan tanaman sehat.
Penggunaan varietas tahan.
Pengendalian hayati ( penggunaan musuh alami/predator, pathogen antagonis ).
Menggunakan lampu perangkap untuk pengendalian hama ulat grayak, penggerek batang.
Menggunakan pestisida nabati sebagai alternative akhir untuk mengendalikan hama berdasarkan hasil pengamatan.
PANEN
Pemanenan gabah yang ideal dilakukan bila :
Panen dilakukan apabila > 90 % polong telah masak atau kelobotnya sudah berwarna putih kecoklatan dan tidak meninggalkan bekas apabila ditekan menggunakan kuku.
Panen yang tepat sangat menentukan mutu yang dihasilkan.
CARA APLIKASI
SISTEM PENYEMPROTAN DENGAN PENGKABUTAN.
HINDARI PENYEMPROTAN BASAH PADA SAAT BERBUNGA HINGGA PANEN.
1 TUTUP BOTOL = 10 cc










Comments