Jimmy Hantu
from a dream to reality...
Sejak
2007

Orang desa yang berpikir desa. Itulah Sujimin yang terkenal dengan nama Jimmy Hantu.
Lelaki kelahiran, 2 Juni 1969 di kampung Mojokopek, desa Sambirejo, kecamatan Plupuh, kabupaten Sragen, Jawa Tengah ini, adalah seorang yatim sejak usia 3 tahun. Dilahirkan dari seorang ibu bernama Parinem, seorang guru Madrasah Ibtidaiyah, ia memang lain dari yang lain. Sejak kecil hidupnya cukup menderita. Sebelum berangkat ke sekolah di SDN Negeri Sambirejo Plupuh, terlebih dahulu selalu ke sawah mengurus padi dan tanaman lainnya.
Sejak duduk di MTsN (Madrasah Tsanawiyah Negeri) Plupuh sudah mulai bekerja sambilan di penggilingan padi. Ketika duduk di MAN (Madrasah Aliyah Negeri) II Bonoloyo Surakarta, ia mulai mengenal kota dan mengisi tabungan dengan berdagang kecap dan koran. Melanjutkan kuliah di IAIN (Institut Agama Islam Negeri) Walisongo Salatiga, yang kini bernama STAIN Salatiga, di sini mulai tergerak membuat minuman temulawak, ragi tempe, sabun colek, dan berbagai produk lainnya. Saat ini sedang memperdalam pengetahuannya di bidang pertanian sebagai mahasiswa S2 di IPB (Institut Pertanian Bogor).
“Saya sadar bahwa saya orang desa. Saya harus berjuang seperti orang kota. Harus pintar seperti mereka. Menyadari bahwa saya tidak punya ayah dan tidak mengenal seperti apa wajah ayah saya, maka saya tunjukkan ini wajahku adalah wajah ayah yang telah tiada”
Jimmy Hantu memiliki obsesi untuk menciptakan yang lazim menjadi tak lazim. Ia seorang yang penuh kepedulian, baru akan merasa kenyang jikalau anak istrinya sudah kenyang dan baru bisa tidur nyenyak jika anak istrinya sudah tidur.
AKU ADALAH AKU.
AKU INGIN CIPTAKAN PETANI BERDASI.
DAN AKU INGIN CIPTAKAN APA YANG DIBUTUHKAN ORANG SEHINGGA MEMILIKI MANFAAT.
LEBIH BAIK MATI SEKARANG JIKA MEMANG SUDAH TIDAK BERMANFAAT PADA ORANG LAIN.
ITU DOAKU PADA ALLAH SWT DI SETIAP WAKTU.
KATAKAN KUN FAYAKUN MU YA ALLAH JIKA ITU BERMANFAAT BAGI KEBAIKANKU DAN UMMATMU